1 container 20 feet berapa kubik adalah pertanyaan paling umum saat bisnis mulai mengirim barang dalam jumlah besar. Kesalahan memahami kapasitas kontainer sering berujung pada muatan tidak efisien. Akibatnya, pengiriman menjadi tidak optimal atau salah memilih skema.
Karena itu, artikel ini membahas kapasitas kontainer 20 feet secara praktis. Mulai dari volume kubik, batas berat, arti CBM, hingga contoh nyata dalam pengiriman domestik antar pulau.
Quick Answer
Satu kontainer 20 feet memiliki kapasitas sekitar ±33 meter kubik (m³ / CBM).
Berapa Kubik Kapasitas Kontainer 20 Feet?
Kontainer 20 feet (20ft) adalah tipe yang paling sering digunakan untuk pengiriman barang domestik. Secara umum:
- kapasitas volumenya sekitar ±33 m³,
- angka ini adalah kapasitas teoritis maksimal.
Namun, volume terpakai di lapangan bisa berbeda.
CBM, Meter Kubik, dan Kubik: Apa Bedanya?
Istilah ini sering membingungkan. Sebenarnya:
- CBM (Cubic Meter)
- meter kubik (m³)
- kubik
Semuanya sama, hanya beda istilah. Dalam logistik, CBM lebih sering dipakai untuk perhitungan LCL.
Ukuran Internal Kontainer 20 Feet
Untuk memahami dari mana angka 33 m³ berasal, berikut ukuran internalnya:
| Dimensi | Ukuran (±) |
|---|---|
| Panjang | 5,9 meter |
| Lebar | 2,35 meter |
| Tinggi | 2,39 meter |
| Volume | ±33 m³ |
Rumusnya sederhana:
panjang × lebar × tinggi
Kenapa Volume Nyata Bisa Lebih Kecil?
Walaupun kapasitas teoritisnya 33 m³, dalam praktik:
- bentuk barang tidak selalu kotak sempurna,
- ada ruang kosong antar muatan,
- metode penyusunan memengaruhi efisiensi.
Karena itu, jarang sekali kontainer terisi 100% kubik bersih.
Berat Maksimum Kontainer 20 Feet
Selain volume, berat juga punya batas. Hal yang perlu dipahami:
- kontainer punya batas berat maksimum,
- barang padat bisa mencapai batas berat sebelum penuh kubik,
- volume besar belum tentu berat, dan sebaliknya.
Artinya, kubik ≠ berat. Keduanya harus dipertimbangkan bersamaan saat merencanakan pengiriman.
Kontainer 20 Feet Cocok untuk Muatan Apa?
Kontainer ini ideal untuk:
- barang berat dengan volume menengah,
- distribusi antar pulau yang rutin,
- bisnis yang belum selalu penuh satu kontainer besar.
Untuk muatan kecil satuan, penggunaan kontainer penuh tidak efisien.
LCL vs FCL dalam Konteks Kontainer 20 Feet
Dalam pengiriman domestik, ada dua pendekatan:
FCL (Full Container Load)
- satu pengirim,
- kontainer dipakai penuh,
- cocok jika volume dan berat mendekati batas.
LCL (Less than Container Load)
- beberapa pengirim berbagi kontainer,
- muatan dihitung berdasarkan kubik,
- lebih fleksibel untuk volume menengah.
SPIL melayani pengiriman minimal LCL, bukan kargo kecil satuan.
Cara Menghitung Kubikasi Barang
Sebelum booking pengiriman, hitung dulu volumenya.
Rumus dasar:
Panjang × Lebar × Tinggi = m³
Contoh:
- Kardus: 1 m × 1 m × 1 m
- Volume = 1 m³
Secara teoritis, kontainer 20 feet bisa memuat sekitar 33 unit 1 m³.
Contoh Nyata Penggunaan Kontainer 20 Feet
Sebuah distributor memiliki muatan:
- total volume 12 m³,
- berat masih dalam batas aman.
Dalam kondisi ini:
- FCL belum efisien,
- LCL menjadi solusi logis karena kubik dibagi dengan pengirim lain.
Step-by-Step Menentukan Skema Pengiriman
Gunakan langkah berikut:
- Hitung total kubikasi barang
- Perkirakan berat total
- Bandingkan dengan kapasitas kontainer
- Tentukan LCL atau FCL
- Pastikan distribusi darat siap
Pendekatan ini menghindari salah estimasi sejak awal.
Perbandingan Singkat: Kontainer 20 Feet vs 40 Feet
| Aspek | 20 Feet | 40 Feet |
|---|---|---|
| Kapasitas volume | ±33 m³ | Lebih besar |
| Fleksibilitas | Tinggi | Cocok volume besar |
| Umum untuk LCL | Ya | Lebih jarang |
Perbandingan detail biasanya dibahas terpisah, karena kebutuhan bisnisnya berbeda.
Peran Kontainer 20 Feet dalam Logistik Antar Pulau
Dalam pengiriman domestik, kontainer 20 feet sering dipilih karena:
- mudah dikombinasikan dalam LCL,
- cocok untuk rute antar pulau reguler,
- lebih fleksibel untuk distribusi bertahap.
Karena itu, tipe ini sangat umum digunakan di Indonesia.
Tools & Resources untuk Perencanaan Pengiriman
Agar perhitungan dan proses lebih akurat, teknologi berperan besar.
SPIL mendukung ini melalui:
- mySPIL Reloaded untuk booking & tracking,
- SPIL PRIME untuk layanan premium,
- SPILDEX API untuk integrasi ERP,
- TPIL Logistics untuk solusi end-to-end domestik.
Dengan visibilitas data, risiko salah hitung kubik dan berat dapat ditekan.
Common Mistakes yang Sering Terjadi
Beberapa kesalahan umum:
- mengira kontainer selalu bisa terisi penuh,
- hanya menghitung kubik tanpa mempertimbangkan berat,
- memilih FCL padahal volume belum optimal,
- mengirim barang terlalu kecil.
Kesalahan ini sering menurunkan efisiensi distribusi.
FAQ
1 container 20 feet berapa kubik?
Sekitar ±33 m³ atau 33 CBM.
CBM itu apa?
CBM adalah cubic meter, sama dengan meter kubik.
Apakah berat berpengaruh?
Ya. Kontainer memiliki batas berat maksimum.
Kapan sebaiknya pakai LCL?
Saat volume belum mendekati kapasitas penuh.
Apakah ini untuk ekspor–impor?
Tidak. Fokusnya pengiriman domestik antar pulau.
Checklist Ringkas Sebelum Mengirim Barang
✅ Kubikasi dihitung
✅ Berat diperkirakan
✅ Skema LCL/FCL ditentukan
✅ Jadwal kapal tersedia
✅ Monitoring aktif
Kesimpulan
Jadi, jawaban dari 1 container 20 feet berapa kubik adalah sekitar ±33 m³. Namun, angka tersebut perlu dilihat bersama batas berat dan pola penyusunan barang.
Perencanaan yang matang akan membantu bisnis memilih skema pengiriman paling efisien.
Jika bisnis Anda membutuhkan pengiriman yang lebih cepat, terintegrasi, dan terpercaya di seluruh Indonesia, SPIL adalah pilihan terbaik dengan dukungan layanan multimoda, teknologi mySPIL Reloaded, jaringan 37 kantor, serta layanan premium SPIL PRIME.
🚀 Siap Optimalkan Shipping Bisnis Anda?
Hubungi tim kami untuk konsultasi mengenai bagaimana solusi shipping. Kami dapat disesuaikan untuk kebutuhan bisnis Anda. Cek harga sekarang dan dapatkan diskonnya (hanya 1 menit)!!!

Bahtiyar adalah Digital Marketing Manager di PT Salam Pacific Indonesia Lines. Ia memiliki ketertarikan besar pada tren terbaru di dunia shipping dan logistik, serta bagaimana teknologi dapat menghadirkan solusi lebih efisien bagi pelanggan.
Melalui tulisan-tulisan di blog SPIL, Bahtiyar berbagi wawasan, informasi terkini, dan tips praktis untuk membantu pembaca memahami perkembangan industri logistik dengan lebih mudah. Temukan lebih banyak tentang Bahtiyar di LinkedIn.
