Cara hitung volume paket untuk pengiriman laut adalah dasar penting dalam perencanaan logistik. Dalam pengiriman laut, ruang (volume) sering menjadi faktor utama karena kapasitas kapal dan kontainer ditentukan oleh kubikasi.
Kesalahan menghitung volume dapat menyebabkan revisi data, penyesuaian rencana muat, hingga keterlambatan pengiriman. Karena itu, memahami cara menghitung volume paket dengan benar akan membantu pengiriman lebih efisien dan terkontrol.
Artikel ini membahas perhitungan volume paket untuk pengiriman laut secara praktis: mulai dari pengertian CBM, 1 kubik itu berapa, rumus perhitungan, contoh nyata, hingga faktor yang memengaruhi pengiriman laut.
Quick Answer: Cara Hitung Volume Paket untuk Pengiriman Laut
Volume paket dihitung dengan rumus:
Panjang × Lebar × Tinggi
Satuan yang digunakan adalah meter. Hasil perhitungannya disebut CBM (Cubic Meter).
Value Block — Intinya:
CBM menunjukkan seberapa besar ruang yang dibutuhkan paket di kapal.
1 Kubik Itu Berapa? (Pengertian Dasar yang Wajib Dipahami)
Dalam logistik, istilah 1 kubik berarti 1 meter kubik (1 m³).
Artinya:
- 1 m × 1 m × 1 m = 1 kubik
- 100 cm × 100 cm × 100 cm = 1 kubik
Ukuran lain juga bisa setara 1 kubik, selama hasil perkalian panjang, lebar, dan tingginya sama.
Contoh:
- 2 m × 0,5 m × 1 m = 1 m³
- 1,25 m × 0,8 m × 1 m = 1 m³
Inilah alasan mengapa bentuk paket bisa berbeda, tetapi volumenya tetap sama.
Apa Itu CBM dalam Pengiriman Laut?
CBM (Cubic Meter) adalah satuan volume yang digunakan untuk mengukur ruang muatan.
Dalam pengiriman laut, CBM dipakai untuk:
- menghitung kebutuhan ruang di kapal atau kontainer,
- mengatur konsolidasi beberapa paket,
- menyusun rencana muat secara efisien.
Karena kapal memiliki kapasitas ruang terbatas, akurasi data CBM sangat penting sejak awal.
Step-by-Step: Cara Menghitung Volume Paket
Gunakan langkah sederhana berikut agar perhitungan konsisten.
- Ukur panjang paket (meter).
- Ukur lebar paket (meter).
- Ukur tinggi paket (meter).
- Kalikan ketiganya.
- Hasilnya adalah volume dalam CBM.
Framework singkat:
Ukur → Konversi ke meter → Kalikan → Dapatkan CBM.
Contoh Konkret Menghitung Volume Paket
Misalnya sebuah paket memiliki ukuran:
- Panjang: 120 cm
- Lebar: 80 cm
- Tinggi: 60 cm
Langkah perhitungannya:
- Konversi ke meter: 1,2 m × 0,8 m × 0,6 m
- Hitung volume: 1,2 × 0,8 × 0,6 = 0,576 CBM
Artinya, paket tersebut membutuhkan ruang sekitar 0,576 meter kubik di kapal.
Menghitung Volume Banyak Paket Sekaligus
Jika Anda mengirim beberapa paket dengan ukuran yang sama, hitung volume satu paket lalu kalikan dengan jumlahnya.
Contoh:
- Volume satu paket: 0,5 CBM
- Jumlah paket: 10 unit
Total volume = 5 CBM.
Metode ini umum dipakai dalam pengiriman laut dengan konsolidasi muatan.
Apakah 1 Kubik Bisa Dikonversi ke Kg?
Pertanyaan ini sangat sering muncul.
Jawabannya: tidak ada angka tetap.
Volume (kubik) dan berat (kg) adalah dua hal berbeda. Berat 1 kubik sangat tergantung pada jenis barang.
Contoh sederhana:
- 1 m³ kapas → sangat ringan
- 1 m³ besi → sangat berat
Karena itu, dalam pengiriman laut, volume dan berat biasanya dicatat terpisah.
Bagaimana Volume Digunakan dalam Perhitungan Pengiriman Laut?
Dalam praktik, data volume digunakan untuk:
- menentukan kebutuhan ruang muatan,
- menyusun rencana konsolidasi,
- mengatur penempatan barang di kapal,
- menyesuaikan jadwal dan alur pengiriman.
Itulah sebabnya data CBM hampir selalu diminta sejak awal perencanaan.
Faktor yang Mempengaruhi Pengiriman Laut (Selain Volume)
Meskipun volume sangat penting, pengiriman laut juga dipengaruhi oleh faktor lain.
- total volume keseluruhan,
- berat barang,
- rute dan jarak pelabuhan,
- jenis layanan (port-to-port atau door-to-door),
- jenis kemasan dan pallet,
- jadwal dan cut-off pelabuhan.
Semua faktor ini dipertimbangkan untuk menyusun rencana pengiriman yang realistis.
Berapa Lama Pengiriman Paket Lewat Laut?
Durasi pengiriman laut tidak bersifat tunggal.
Waktu tempuh dipengaruhi oleh:
- rute pengiriman,
- jadwal kapal,
- proses konsolidasi muatan,
- kondisi operasional pelabuhan.
Karena itu, estimasi waktu biasanya diberikan berdasarkan rute dan jadwal keberangkatan.
Common Mistakes dalam Menghitung Volume Paket
- Menggunakan satuan cm tanpa dikonversi ke meter.
- Mengabaikan tinggi pallet atau kemasan tambahan.
- Mengira volume sama dengan berat.
- Tidak menghitung total untuk banyak paket.
- Mengandalkan perkiraan tanpa pengukuran.
Tools & Resources Pendukung
Perhitungan volume akan lebih rapi jika didukung sistem yang terintegrasi.
- mySPIL Reloaded: membantu perencanaan dan visibilitas pengiriman.
- SPIL PRIME: layanan premium untuk kebutuhan pengiriman terjadwal.
- SPILDEX API: integrasi data volume ke sistem ERP.
- TPIL Logistics: solusi end-to-end domestik.
Dengan jaringan 37 kantor di seluruh Indonesia, koordinasi pengiriman laut menjadi lebih terkontrol.
FAQ: Cara Hitung Volume Paket untuk Pengiriman Laut
Apa itu CBM?
CBM adalah satuan volume (meter kubik) yang menunjukkan kebutuhan ruang muatan.
Bagaimana cara menghitung volume paket?
Kalikan panjang, lebar, dan tinggi paket dalam satuan meter.
Apakah pallet ikut dihitung?
Ya. Dimensi terluar termasuk pallet perlu dimasukkan.
Apakah pengiriman laut selalu pakai volume?
Volume hampir selalu menjadi faktor utama karena berkaitan langsung dengan ruang kapal.
Checklist Ringkas
- [ ] Ukur panjang, lebar, dan tinggi paket.
- [ ] Konversi ke meter.
- [ ] Hitung CBM per paket.
- [ ] Hitung total CBM.
- [ ] Periksa ulang sebelum kirim data.
Kesimpulan
Cara hitung volume paket untuk pengiriman laut adalah fondasi penting dalam logistik. Dengan perhitungan yang tepat, pengiriman dapat direncanakan lebih efisien dan minim koreksi.
Jika bisnis Anda membutuhkan pengiriman yang lebih cepat, terintegrasi, dan terpercaya di seluruh Indonesia, SPIL adalah pilihan terbaik dengan dukungan layanan multimoda, teknologi mySPIL Reloaded, jaringan 37 kantor, serta layanan premium SPIL PRIME.
🚀 Siap Optimalkan Shipping Bisnis Anda?
Hubungi tim kami untuk konsultasi mengenai bagaimana solusi shipping. Kami dapat disesuaikan untuk kebutuhan bisnis Anda. Cek harga sekarang dan dapatkan diskonnya (hanya 1 menit)!!!

Bahtiyar adalah Digital Marketing Manager di PT Salam Pacific Indonesia Lines. Ia memiliki ketertarikan besar pada tren terbaru di dunia shipping dan logistik, serta bagaimana teknologi dapat menghadirkan solusi lebih efisien bagi pelanggan.
Melalui tulisan-tulisan di blog SPIL, Bahtiyar berbagi wawasan, informasi terkini, dan tips praktis untuk membantu pembaca memahami perkembangan industri logistik dengan lebih mudah. Temukan lebih banyak tentang Bahtiyar di LinkedIn.
