Mengirim barang dalam jumlah besar antar pulau sering terasa rumit. Banyak yang bingung mulai dari cek ongkir container, kapasitas, sampai cara menghitung biaya logistiknya.
Tenang.
Di artikel ini, Anda akan menemukan cara cek ongkir container dengan benar, termasuk simulasi perhitungan, kapasitas container, dan strategi agar pengiriman lebih efisien.
Cara Cek Ongkir Container
- Tentukan jenis container (20 feet / 40 feet / LCL)
- Hitung volume barang (CBM)
- Tentukan rute pengiriman
- Hitung biaya berdasarkan volume dan jarak
- Gunakan platform digital seperti mySPIL
Apa Itu Ongkir Container?
Ongkir container adalah biaya pengiriman barang menggunakan container laut. Biasanya digunakan untuk pengiriman dalam jumlah besar atau antar pulau.
- FCL (Full Container Load) → 1 container penuh
- LCL (Less Container Load) → gabungan barang (lebih fleksibel)
Kapasitas Container (20 Feet vs 40 Feet)
| Jenis Container | Volume (CBM) | Kapasitas Berat |
|---|---|---|
| 20 Feet | ±33 CBM | ±24–28 ton |
| 40 Feet | ±67 CBM | ±26–30 ton |
Insight:
- 20 feet cocok untuk pengiriman menengah
- 40 feet cocok untuk volume besar
- LCL cocok jika barang tidak penuh
Cara Menghitung Volume (CBM)
Rumus:
Volume (CBM) = Panjang × Lebar × Tinggi
Contoh:
Barang 2m × 1m × 1m → 2 CBM
Ongkir laut biasanya dihitung berdasarkan volume, bukan hanya berat.
Mana yang Dipakai: Berat atau Volume?
Dalam pengiriman laut:
- Volume menjadi faktor utama
- Berat menjadi batas maksimum
Jika barang ringan tapi besar, tetap dihitung mahal karena volume besar.
Framework Cek Ongkir Container
- Tentukan jenis pengiriman (LCL atau FCL)
- Hitung CBM barang
- Tentukan rute pengiriman
- Pilih layanan (door to door / port to port)
- Cek ongkir via platform digital
Cek langsung di: https://myspil.com/
Tools & Resources
mySPIL Reloaded
- Cek ongkir real-time
- Tracking pengiriman
- Booking logistik
SPIL PRIME
- Prioritas pengiriman
- Handling lebih cepat
SPILDEX API
- Integrasi ERP
- Data logistik real-time
TPIL Logistics
- Distribusi end-to-end
- First mile & last mile
Simulasi Perhitungan Ongkir
Contoh:
- Volume: 10 CBM
- Rute: Surabaya → Balikpapan
Biaya dipengaruhi oleh:
- Volume
- Jarak
- Layanan
- Handling
Jenis Container
- Dry container → barang umum
- Reefer → barang dingin
- Open top → barang tinggi
- Flat rack → alat berat
Kesalahan Umum
- Salah hitung CBM
- Tidak memperhitungkan packing
- Salah pilih jenis container
- Tidak cek jadwal kapal
Tips Praktis
- Gunakan LCL untuk efisiensi
- Optimalkan packing
- Gunakan platform digital
- Pilih layanan terintegrasi
Contoh Kasus Nyata
Distributor mengirim 15 CBM barang dari Surabaya ke Makassar. Awalnya menggunakan container penuh (tidak efisien). Setelah optimasi menggunakan LCL, biaya lebih optimal dan pengiriman tetap cepat.
FAQ Cek Ongkir Container
Bagaimana cara cek ongkir container?
Gunakan platform seperti mySPIL dengan memasukkan rute dan volume.
1 container 20 feet berapa kubik?
Sekitar 33 CBM.
1 container 40 feet berapa kubik?
Sekitar 67 CBM.
Container muat berapa ton?
20 feet: ±24–28 ton, 40 feet: ±26–30 ton.
Apa itu CBM?
CBM adalah satuan volume dalam meter kubik.
Checklist Cek Ongkir
- Tentukan jenis pengiriman
- Hitung CBM
- Tentukan rute
- Pilih layanan
- Cek ongkir via platform
Kesimpulan
Cek ongkir container bukan hanya soal biaya, tetapi juga strategi pengiriman. Memahami volume, jenis container, dan sistem logistik akan membuat pengiriman jauh lebih efisien.
Jika bisnis Anda membutuhkan pengiriman yang lebih cepat, terintegrasi, dan terpercaya di seluruh Indonesia, SPIL adalah pilihan terbaik dengan dukungan layanan multimoda, teknologi mySPIL Reloaded, jaringan 37 kantor, serta layanan premium SPIL PRIME.
Cek ongkir sekarang: https://myspil.com/
🚀 Siap Optimalkan Shipping Bisnis Anda?
Hubungi tim kami untuk konsultasi mengenai bagaimana solusi shipping. Kami dapat disesuaikan untuk kebutuhan bisnis Anda. Cek harga sekarang (hanya 1 menit)!!!

Bahtiyar adalah Digital Marketing Manager di PT Salam Pacific Indonesia Lines. Ia memiliki ketertarikan besar pada tren terbaru di dunia shipping dan logistik, serta bagaimana teknologi dapat menghadirkan solusi lebih efisien bagi pelanggan.
Melalui tulisan-tulisan di blog SPIL, Bahtiyar berbagi wawasan, informasi terkini, dan tips praktis untuk membantu pembaca memahami perkembangan industri logistik dengan lebih mudah. Temukan lebih banyak tentang Bahtiyar di LinkedIn.
