Freight collected adalah istilah dalam pengiriman barang yang berarti biaya angkut dibayarkan oleh penerima di pelabuhan atau lokasi tujuan. Banyak pelaku bisnis masih bingung membedakan freight collected dengan freight prepaid, terutama saat membaca bill of lading atau menyusun kontrak ekspor-impor. Jika salah memahami skema ini, risiko sengketa pembayaran dan gangguan arus kas bisa terjadi.
Di panduan ini, Anda akan memahami arti freight collected secara lengkap, perbedaannya dengan freight paid, kaitannya dengan FOB dan CIF, hingga implikasinya dalam praktik logistik modern.
- Freight collected adalah apa sebenarnya
- Perbedaannya dengan freight prepaid
- Hubungannya dengan FOB, CIF, DDP, dan CFR
- Maknanya dalam bill of lading
- Dampaknya dalam akuntansi dan pajak
Mari kita mulai dari inti konsepnya.
Quick Answer
Freight collected adalah skema pembayaran ongkos kirim di mana biaya pengangkutan dibayar oleh pihak penerima barang (consignee) di pelabuhan tujuan.
Artinya:
- Pengirim tidak membayar ongkos kirim di awal.
- Biaya freight ditagihkan saat barang tiba.
Namun, ini berbeda dengan Incoterms seperti FOB atau CIF. Freight collect adalah payment instruction, bukan trade term.
Apa yang Dimaksud dengan Freight Collected?
Freight collected adalah kondisi ketika biaya pengiriman tidak dibayarkan di pelabuhan asal, melainkan dibayar di pelabuhan tujuan oleh penerima barang. Dalam dokumen pengiriman, biasanya tertulis:
Freight Collect atau Freight Payable at Destination
Artinya sederhana:
Biaya pengangkutan ditagihkan kepada penerima.
Freight Collect dalam Bill of Lading
Pada Bill of Lading (B/L), kolom freight akan menunjukkan salah satu dari dua status:
- Freight Prepaid
- Freight Collect
Jika tertulis Freight Collect, maka:
- Carrier akan menagih ongkos kirim ke consignee.
- Barang tidak bisa diambil sebelum biaya freight dilunasi.
- Beban pembayaran ada di sisi pembeli.
Ini sangat penting dalam perdagangan internasional karena memengaruhi cash flow dan risiko transaksi.
Perbedaan Freight Collect dan Freight Prepaid
Banyak yang mengira ini hanya soal siapa yang bayar. Padahal dampaknya lebih luas.
| Aspek | Freight Prepaid | Freight Collect |
|---|---|---|
| Siapa bayar | Pengirim (Shipper) | Penerima (Consignee) |
| Dibayar kapan | Di pelabuhan asal | Di pelabuhan tujuan |
| Dampak arus kas | Beban awal di penjual | Beban di pembeli |
| Kontrol pengiriman | Biasanya di penjual | Bisa lebih fleksibel |
Secara sederhana:
- Prepaid → dibayar di muka
- Collect → dibayar saat tiba
Freight Collect vs FOB: Jangan Disamakan
Ini kesalahan paling umum. Freight collect bukan FOB. FOB (Free On Board) adalah Incoterm yang mengatur:
- Titik perpindahan risiko
- Siapa yang bertanggung jawab atas pengiriman
Sedangkan freight collect hanya mengatur:
-
Siapa yang membayar ongkos kirim
Contoh:
- FOB bisa saja menggunakan freight prepaid
- FOB juga bisa menggunakan freight collect
Keduanya adalah konsep berbeda.
Freight Collect dan CIF, CFR, DDP
Mari kita lihat hubungan praktisnya:
CIF (Cost, Insurance, Freight)
Penjual membayar freight dan asuransi. Biasanya freight prepaid.
CFR (Cost and Freight)
Penjual membayar freight, tanpa asuransi.
DDP (Delivered Duty Paid)
Penjual menanggung hampir seluruh biaya hingga barang sampai. Freight collect umumnya lebih sering digunakan dalam skema:
- FOB
- FCA
Karena pembeli mengatur freight dan membayar di tujuan.
Apa Itu Freight In dan Freight Out dalam Akuntansi?
Di sinilah banyak bisnis mulai bingung.
Freight In
Biaya pengiriman masuk (barang dibeli). Dicatat sebagai bagian dari Harga Pokok Penjualan (HPP).
Freight Out
Biaya pengiriman keluar (barang dijual). Dicatat sebagai biaya distribusi atau selling expense.
Apakah Freight Collected Masuk Laba Rugi?
Jawabannya tergantung posisi Anda.
Jika Anda pembeli:
Freight collect menjadi biaya tambahan pembelian. Masuk dalam HPP.
Jika Anda penjual dengan prepaid:
Freight menjadi beban distribusi. Masuk ke laporan laba rugi. Artinya, freight collect berdampak langsung pada margin bisnis.
Apakah Freight Forwarding Kena PPN?
Jasa freight forwarding di Indonesia umumnya dikenakan PPN sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku.
Namun:
- Struktur pajak bisa berbeda untuk jasa internasional.
- Tergantung skema ekspor atau impor.
Karena itu, memahami freight collect bukan hanya soal logistik, tetapi juga kepatuhan fiskal.
Contoh Kasus Praktis
Perusahaan importir mesin memilih skema freight collect. Keuntungan:
- Tidak perlu membayar freight di awal.
- Cash flow lebih fleksibel.
Namun mereka harus:
- Menyiapkan dana sebelum barang tiba.
- Memastikan tidak ada keterlambatan pembayaran agar barang tidak tertahan.
Dengan sistem digital terintegrasi, seluruh jadwal dan estimasi biaya bisa dipantau sejak awal. Inilah pentingnya visibilitas logistik modern.
Kesalahan Umum dalam Memahami Freight Collect
- Mengira freight collect sama dengan FOB
- Tidak menghitung dampak cash flow
- Tidak memeriksa ketentuan di Bill of Lading
- Mengabaikan implikasi pajak
- Tidak mengintegrasikan data freight ke sistem akuntansi
Kesalahan kecil bisa berujung pada biaya tambahan besar.
Bagaimana Mengelola Freight Secara Profesional?
Di era logistik modern, pengelolaan freight tidak lagi manual. Ekosistem logistik terintegrasi memungkinkan:
- Monitoring shipment real-time
- Sinkronisasi data ERP
- Transparansi biaya sejak awal
- Koordinasi multimoda laut dan darat
Dengan jaringan 37 kantor di seluruh Indonesia, SPIL menghadirkan One-Stop Integrated Logistics Ecosystem yang memastikan setiap pengiriman berjalan efisien, transparan, dan terkendali. Melalui:
- mySPIL Reloaded untuk tracking dan booking
- SPIL PRIME untuk layanan premium
- SPILDEX API untuk integrasi ERP real-time
- TPIL Logistics untuk solusi domestik end-to-end
Pengelolaan freight tidak lagi rumit.
FAQ Lengkap tentang Freight Collected
Apa arti freight collect pada bill of lading?
Biaya pengiriman dibayar oleh penerima saat barang tiba.
Siapa yang membayar freight dalam freight collect?
Consignee atau pembeli.
Apakah freight collect masuk laba rugi?
Ya, tergantung posisi transaksi Anda.
Apa beda freight collect dan CIF?
CIF adalah Incoterm. Freight collect adalah metode pembayaran freight.
Apa itu freight charge?
Istilah umum untuk biaya pengangkutan.
Checklist Sebelum Memilih Freight Collect
✔ Pastikan skema Incoterm sudah jelas
✔ Periksa cash flow perusahaan
✔ Cek ketentuan di Bill of Lading
✔ Hitung dampak pajak
✔ Gunakan sistem digital untuk monitoring
Kesimpulan
Freight collected adalah skema pembayaran di mana ongkos kirim dibayarkan oleh penerima di pelabuhan tujuan. Meski terlihat sederhana, dampaknya luas:
- Mempengaruhi arus kas
- Berpengaruh pada laporan keuangan
- Berkaitan dengan Incoterms
- Berhubungan dengan pajak
Memahami freight collected secara menyeluruh membantu bisnis menghindari kesalahan mahal dan mengoptimalkan strategi perdagangan internasional.
Jika bisnis Anda membutuhkan pengiriman yang lebih cepat, terintegrasi, dan terpercaya di seluruh Indonesia, SPIL adalah pilihan terbaik dengan dukungan layanan multimoda, teknologi mySPIL Reloaded, jaringan 37 kantor, serta layanan premium SPIL PRIME.
🚀 Siap Optimalkan Shipping Bisnis Anda?
Hubungi tim kami untuk konsultasi mengenai bagaimana solusi shipping. Kami dapat disesuaikan untuk kebutuhan bisnis Anda. Cek harga sekarang dan dapatkan diskonnya (hanya 1 menit)!!!

Bahtiyar adalah Digital Marketing Manager di PT Salam Pacific Indonesia Lines. Ia memiliki ketertarikan besar pada tren terbaru di dunia shipping dan logistik, serta bagaimana teknologi dapat menghadirkan solusi lebih efisien bagi pelanggan.
Melalui tulisan-tulisan di blog SPIL, Bahtiyar berbagi wawasan, informasi terkini, dan tips praktis untuk membantu pembaca memahami perkembangan industri logistik dengan lebih mudah. Temukan lebih banyak tentang Bahtiyar di LinkedIn.
