Primary Navigation

Grade Besi Tua: Panduan Lengkap Klasifikasi Scrap

Istilah grade besi tua sering dipahami sebatas urusan jual beli rongsokan. Padahal, dalam praktik industri dan logistik, sistem penilaian ini berfungsi sebagai dasar keputusan operasional.

Klasifikasi material menentukan cara penanganan, penataan muatan, hingga moda transportasi yang digunakan. Jika salah memahami kelas scrap, risiko keselamatan meningkat dan efisiensi pengiriman bisa menurun.

Artikel ini membahas klasifikasi scrap besi dari perspektif logistik profesional, mulai dari pembagian kelas A–B–C, hubungan kualitas dengan bentuk fisik, dampaknya terhadap pengiriman, hingga perannya dalam rantai industri dan daur ulang.

Quick Answer

Grade besi tua adalah sistem klasifikasi scrap logam berdasarkan kualitas, ketebalan, dan bentuk, yang membantu menentukan handling, penataan muatan, serta moda transportasi untuk pengiriman skala besar.

Apa Itu Grade Besi Tua?

Grade besi tua adalah pengelompokan material besi/baja bekas berdasarkan:

  • ketebalan dan kepadatan material
  • tingkat kebersihan atau kontaminasi
  • keseragaman bentuk
  • kemudahan penanganan

Dalam logistik, tujuan utamanya sederhana: bagaimana material ini harus dikirim dengan aman dan efisien?

Mengapa Klasifikasi Scrap Itu Penting dalam Logistik?

Sistem grade bukan hanya soal kualitas material, tetapi soal risiko dan efisiensi operasional.

Beberapa manfaat utamanya:

  • menentukan apakah material masuk kategori heavy cargo
  • memengaruhi metode pengikatan dan penataan
  • berdampak pada pemilihan moda darat, laut, atau multimoda
  • berkaitan langsung dengan keselamatan muatan dan armada

Tanpa klasifikasi yang jelas, pengiriman scrap berpotensi bermasalah.

Kelas A, B, C: Pembagian Grade yang Paling Umum

Grade Tinggi (Sering Disebut Kelas A)

Karakter utama:

  • material tebal dan padat
  • bentuk relatif seragam
  • minim kontaminasi

Implikasi logistik:

  • stabil saat ditata
  • lebih mudah diikat
  • risiko pergeseran lebih rendah

Grade Menengah (Sering Disebut Kelas B)

Karakter utama:

  • ketebalan bervariasi
  • bentuk tidak sepenuhnya seragam
  • masih relatif bersih

Implikasi logistik:

  • perlu pengamanan tambahan
  • penataan harus lebih hati-hati
  • cocok untuk konsolidasi terpisah

Grade Campuran atau Ringan (Sering Disebut Kelas C)

Karakter utama:

  • potongan kecil dan tidak seragam
  • potensi tercampur material lain
  • volume besar dengan kepadatan lebih rendah

Implikasi logistik:

  • membutuhkan konsolidasi khusus
  • rawan bergeser saat pengiriman
  • sering dikirim dalam jumlah besar

Tabel Ringkas: Kualitas Scrap dan Dampak Pengiriman

Kelas Material Karakter Dampak ke Pengiriman
Tinggi Tebal & padat Stabil, mudah ditata
Menengah Variatif Perlu pengamanan ekstra
Campuran Tidak seragam Perlu konsolidasi & SOP ketat

Bentuk Fisik Scrap dan Pengaruhnya

Selain kualitas, bentuk fisik sangat memengaruhi logistik.

  • besi panjang atau batang → butuh penataan khusus
  • plat dan lembaran → rawan bergeser
  • scrap mesin → sering memerlukan alat berat
  • potongan kecil → berat total tinggi, volume besar

Karena itu, penilaian kelas material dan bentuk harus dianalisis bersamaan.

Scrap Besi sebagai Barang Berat

Dalam logistik, sebagian besar scrap besi masuk kategori barang berat, karena:

  • bobot tinggi per unit atau per kiriman
  • tidak bisa ditangani manual
  • berisiko jika tanpa SOP

Akibatnya, pengiriman idealnya menggunakan layanan cargo dan logistik profesional, bukan pengiriman reguler.

Dampak Kelas Material terhadap Moda Transportasi

Transportasi Darat

Cocok untuk:

  • material padat dan menengah
  • jarak dekat hingga menengah
  • distribusi dari area industri ke hub logistik

Transportasi Laut

Cocok untuk:

  • scrap campuran dan volume besar
  • pengiriman antarpulau
  • konsolidasi skala industri

Multimoda

Kombinasi darat dan laut. Paling umum untuk distribusi nasional.

Klasifikasi Scrap dalam Rantai Industri dan Daur Ulang

Setelah disortir, material biasanya:

  • dikonsolidasikan di hub tertentu
  • dikirim ke fasilitas pengolahan
  • diproses ulang menjadi bahan baku industri

Karena lokasi pengolahan sering berada di kota atau pulau berbeda, logistik menjadi penghubung utama antara sumber scrap dan industri.

Risiko Pengiriman Berdasarkan Kualitas dan Bentuk

Risiko yang sering muncul:

  • scrap campuran bergeser saat transit
  • besi panjang merusak armada jika salah penataan
  • scrap mesin sulit ditangani tanpa alat bantu
  • keterlambatan karena konsolidasi belum siap

Risiko ini bisa ditekan dengan perencanaan berbasis kelas material.

Step-by-Step Framework Mengelola Scrap Berdasarkan Kelasnya

1. Identifikasi Kelas Material

Pisahkan kelas tinggi, menengah, dan campuran sejak awal.

2. Analisis Bentuk dan Volume

Panjang, kecil, atau scrap mesin.

3. Tentukan Moda Transportasi

Darat, laut, atau multimoda.

4. Rencanakan Handling

Pengikatan, palletisasi, atau penataan khusus.

5. Gunakan Sistem Logistik Terintegrasi

Agar pengiriman terkendali end-to-end.

Contoh Nyata Distribusi Scrap yang Efisien

Sebuah perusahaan daur ulang memisahkan material padat dan campuran.
Yang padat dikirim lebih cepat, sedangkan yang campuran dikonsolidasikan terlebih dahulu sebelum pengiriman laut.

Hasilnya, pengiriman lebih aman, terjadwal, dan efisien.

Common Mistakes dalam Menangani Scrap Besi

  • mencampur semua kelas tanpa sortir
  • mengabaikan bentuk fisik material
  • memilih moda tanpa mempertimbangkan volume
  • minim pengamanan saat pengiriman

Kesalahan ini sering muncul karena klasifikasi dianggap hanya urusan jual beli.

Tools & Resources Pendukung

Pengelolaan pengiriman scrap akan lebih optimal dengan dukungan ekosistem logistik modern, seperti:

  • mySPIL Reloaded untuk perencanaan dan tracking pengiriman
  • SPIL PRIME untuk kebutuhan heavy cargo dan pengiriman kompleks
  • SPILDEX API untuk integrasi data pengiriman real-time
  • TPIL Logistics untuk solusi end-to-end domestik

FAQ Seputar Grade dan Kelas Besi Tua

Apakah semua scrap besi punya kelas?
Ya. Dalam praktik industri, material biasanya diklasifikasikan untuk memudahkan pengolahan dan pengiriman.

Apakah kelas A, B, C memengaruhi pengiriman?
Ya, terutama pada handling, penataan muatan, dan pemilihan moda.

Apakah scrap campuran bisa dikirim antarpulau?
Bisa, dengan konsolidasi dan pengamanan yang tepat.

Mengapa sortir kelas penting sebelum pengiriman?
Untuk keselamatan, efisiensi, dan stabilitas muatan.

Checklist Ringkas

  • Identifikasi dan sortir kelas material
  • Pisahkan berdasarkan bentuk
  • Hitung berat dan volume
  • Tentukan moda transportasi
  • Gunakan sistem tracking

Kesimpulan

Grade besi tua adalah fondasi penting dalam logistik scrap dan industri daur ulang. Dengan klasifikasi yang benar, pengiriman bisa lebih aman, efisien, dan terkendali.

Jika bisnis Anda membutuhkan pengiriman material berat yang lebih cepat, terintegrasi, dan terpercaya di seluruh Indonesia, SPIL (PT Salam Pacific Indonesia Lines) menghadirkan ekosistem logistik end-to-end dengan jaringan 37 kantor, layanan multimoda, teknologi mySPIL Reloaded, integrasi SPILDEX, serta layanan premium SPIL PRIME untuk mendukung distribusi scrap logam secara profesional.

🚀 Siap Optimalkan Shipping Bisnis Anda?

Hubungi tim kami untuk konsultasi mengenai bagaimana solusi shipping. Kami dapat disesuaikan untuk kebutuhan bisnis Anda. Cek harga sekarang dan dapatkan diskonnya (hanya 1 menit)!!!


Muhammad Al Qadri

Muhammad Al Qadri

Mahasiswa S1 Terapan Teknologi Rekayasa Multimedia yang saat ini menjalani magang di PT Salam Pacific Indonesia Lines. Selain tertarik dengan dunia multimedia dan teknologi kreatif, saya juga sedang banyak belajar dan berbagi wawasan seputar dunia logistik. Blog ini jadi tempat saya menuangkan pengalaman, dan hal-hal menarik yang saya temui.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Cek Harga & Route. Langsung Dapat Diskon

X