Macam macam kontainer digunakan untuk kebutuhan pengiriman yang berbeda. Memahami jenis, ukuran, dan istilah kontainer membantu bisnis menghindari kesalahan operasional sejak awal.
Artikel ini membahas secara lengkap jenis kontainer, ukuran yang umum digunakan, perbedaan sistem pengiriman, hingga tips praktis agar proses logistik lebih terukur.
Quick Answer
Macam macam kontainer meliputi dry container, reefer, open top, flat rack, tank, serta variasi ukuran seperti 20 feet, 40 feet, dan 40 High Cube. Pemilihannya bergantung pada karakter barang, volume, dan metode pengiriman.
Kenapa Penting Memahami Macam Macam Kontainer?
Kontainer adalah standar utama dalam logistik modern. Namun, standar bukan berarti satu jenis cocok untuk semua barang. Salah memilih kontainer dapat menyebabkan:
- Pemanfaatan ruang yang tidak optimal
- Risiko kerusakan barang
- Hambatan saat bongkar muat
Tabel Ringkas Jenis Kontainer dan Fungsinya
| Jenis Kontainer | Fungsi Utama | Cocok untuk |
|---|---|---|
| Dry Container | Muatan umum | Barang manufaktur, ritel, karton |
| Reefer Container | Kontrol suhu | Makanan beku, buah, farmasi |
| Open Top | Top loading | Mesin tinggi, muatan khusus |
| Flat Rack | Muatan oversize | Alat berat, project cargo |
| Tank Container | Muatan cair | Bahan kimia, cairan industri |
Ukuran Kontainer yang Umum Digunakan
Selain jenis, ukuran kontainer adalah faktor utama dalam perencanaan pengiriman. Berikut ukuran kontainer yang paling umum digunakan.
| Ukuran Kontainer | Panjang (±) | Keterangan |
|---|---|---|
| 10 Feet | 3 meter | Penggunaan terbatas |
| 20 Feet | 6 meter | Standar untuk muatan berat volume sedang |
| 40 Feet | 12 meter | Standar untuk muatan volume besar |
| 40 Feet High Cube | 12 meter | Lebih tinggi untuk volume ekstra |
| 45 Feet | ±13,5 meter | Penggunaan khusus |
Jenis Kontainer yang Paling Populer
Dari berbagai pilihan, beberapa kontainer paling sering digunakan dalam pengiriman.
- Dry container sebagai standar utama
- Reefer untuk barang sensitif suhu
- Ukuran 20 feet dan 40 feet sebagai ukuran paling umum
Popularitas ini dipengaruhi oleh kemudahan handling dan ketersediaan fasilitas.
Kontainer vs Sistem Pengiriman: FCL dan LCL
Istilah FCL dan LCL sering disangka sebagai jenis kontainer. Padahal, keduanya adalah sistem pengiriman.
FCL (Full Container Load)
Satu kontainer digunakan oleh satu pengirim. Cocok untuk muatan besar dan jadwal yang lebih terkontrol.
LCL (Less than Container Load)
Satu kontainer digunakan oleh beberapa pengirim. Cocok untuk muatan kecil yang belum memenuhi satu kontainer. Memahami perbedaan ini membantu menentukan strategi pengiriman yang tepat.
Istilah Berat dalam Kontainer
Beberapa istilah berat sering muncul dalam dokumen pengiriman.
- Gross Weight (GW): Berat total kontainer dan muatan
- Net Weight (NW): Berat muatan saja
- Tare Weight: Berat kosong kontainer
Kesalahan membaca istilah ini bisa berdampak pada perencanaan muatan.
Volume dan Luas Kontainer (CBM)
CBM (Cubic Meter) digunakan untuk menghitung volume muatan. Kontainer High Cube memiliki volume lebih besar dibanding standar. Perhitungan CBM membantu:
- Menentukan kapasitas muatan
- Menghindari ruang terbuang
- Menyusun layout stuffing
Framework Step-by-Step: Cara Memilih Kontainer
Langkah 1: Identifikasi karakter barang
Perhatikan suhu, dimensi, dan risiko kerusakan.
Langkah 2: Tentukan volume dan ukuran
Pilih 20’ atau 40’ sesuai kebutuhan.
Langkah 3: Tentukan sistem pengiriman
Gunakan FCL atau LCL sesuai volume.
Langkah 4: Cek fasilitas di asal dan tujuan
Pastikan tersedia handling yang sesuai.
Langkah 5: Standarkan packing dan stuffing
Ini kunci keamanan muatan.
Contoh Konkret
Sebuah bisnis mengirim produk kemasan yang sensitif suhu.
Hook
Pengiriman sebelumnya mengalami penurunan kualitas.
Build
Bisnis beralih ke reefer container dan menata ulang stuffing.
Payoff
Kualitas produk lebih stabil saat diterima.
Tools & Resources (SPIL Ecosystem)
Pemilihan kontainer akan lebih optimal jika didukung sistem logistik terintegrasi.
mySPIL Reloaded
Logistics super app untuk memantau proses pengiriman.
SPIL PRIME
Layanan premium untuk kebutuhan pengiriman prioritas.
SPILDEX API
Integrasi ERP real-time untuk visibilitas data.
TPIL Logistics
Solusi end-to-end domestik dari konsolidasi hingga distribusi.
Common Mistakes Saat Memilih Kontainer
- Menganggap semua kontainer sama
- Fokus ukuran tanpa melihat karakter barang
- Tidak memahami FCL dan LCL
- Packing dan stuffing tidak standar
FAQ: Macam Macam Kontainer
Apa jenis kontainer yang paling umum?
Dry container adalah yang paling umum digunakan.
Apa perbedaan 40 feet dan 40 HC?
40 HC memiliki tinggi lebih besar untuk volume tambahan.
Kapan sebaiknya memakai LCL?
Saat muatan belum cukup untuk satu kontainer penuh.
Apa itu FCL?
Sistem pengiriman satu kontainer untuk satu pengirim.
Checklist Ringkas Memilih Kontainer
- Kenali karakter barang
- Pilih jenis kontainer yang tepat
- Tentukan ukuran dan volume
- Pilih FCL atau LCL
- Pastikan fasilitas handling tersedia
- Gunakan monitoring pengiriman
Kesimpulan
Macam macam kontainer dirancang untuk kebutuhan yang berbeda. Pemilihan yang tepat membantu pengiriman lebih aman, efisien, dan terkontrol.
Jika bisnis Anda membutuhkan pengiriman yang lebih cepat, terintegrasi, dan terpercaya di seluruh Indonesia, SPIL adalah pilihan terbaik dengan dukungan layanan multimoda, teknologi mySPIL Reloaded, jaringan 37 kantor, serta layanan premium SPIL PRIME.
🚀 Siap Optimalkan Shipping Bisnis Anda?
Hubungi tim kami untuk konsultasi mengenai bagaimana solusi shipping. Kami dapat disesuaikan untuk kebutuhan bisnis Anda. Cek harga sekarang dan dapatkan diskonnya (hanya 1 menit)!!!

Bahtiyar adalah Digital Marketing Manager di PT Salam Pacific Indonesia Lines. Ia memiliki ketertarikan besar pada tren terbaru di dunia shipping dan logistik, serta bagaimana teknologi dapat menghadirkan solusi lebih efisien bagi pelanggan.
Melalui tulisan-tulisan di blog SPIL, Bahtiyar berbagi wawasan, informasi terkini, dan tips praktis untuk membantu pembaca memahami perkembangan industri logistik dengan lebih mudah. Temukan lebih banyak tentang Bahtiyar di LinkedIn.
