Grade kopi adalah klasifikasi mutu biji kopi berdasarkan standar dan parameter tertentu. Dalam sistem klasifikasi berdasarkan nilai cacat, salah satu dasar penilaiannya adalah jumlah dan jenis defect yang ditemukan pada sampel biji kopi.
Namun, grade bukan satu-satunya ukuran kualitas. Grade berbeda dengan jenis kopi, tingkat kematangan, screen size, tingkat roasting, dan cupping score. Jika Anda sedang membeli green bean, sebaiknya lihat grade bersama defect, nilai cacat, kadar air, ukuran biji, processing, lot, dan hasil cupping jika tersedia.
Apa Itu Grade Kopi?
Grade kopi adalah klasifikasi mutu biji kopi berdasarkan sistem penilaian tertentu. Dalam perdagangan green bean, grade membantu menggambarkan kondisi mutu fisik suatu lot berdasarkan parameter yang digunakan dalam proses grading.
Di Indonesia, salah satu acuan yang digunakan adalah SNI 2907:2008 Biji Kopi. Dalam klasifikasi berdasarkan nilai cacat, kondisi fisik biji diperiksa untuk menentukan nilai cacat dan kemudian mengelompokkannya ke dalam tingkat mutu.
Hubungan sederhananya:
Defect → Nilai Cacat → Klasifikasi Mutu → Grade
Jadi, ketika supplier mengatakan sebuah kopi adalah Grade 1, jangan berhenti pada label tersebut. Anda masih perlu mengetahui: Grade 1 berdasarkan standar apa? Berapa nilai cacatnya? Berapa kadar airnya? Bagaimana ukuran bijinya? Lot mana yang dinilai?
Grade Kopi Ditentukan dari Apa?
Dalam sistem penilaian berdasarkan nilai cacat, mutu biji kopi dinilai melalui pemeriksaan sampel. Untuk penentuan nilai cacat, sampel yang digunakan adalah 300 gram biji kopi. Biji kemudian dipisahkan berdasarkan jenis defect dan setiap jenis defect memiliki nilai tertentu.
Secara sederhana, prosesnya seperti ini:
- Ambil sampel biji kopi.
- Sortasi biji berdasarkan kondisi fisiknya.
- Identifikasi defect yang ditemukan.
- Hitung nilai cacat sesuai jenis defect.
- Tentukan klasifikasi mutu berdasarkan hasil perhitungan.
Selain defect, persyaratan umum mutu juga memperhatikan kondisi seperti keberadaan serangga hidup, bau busuk atau kapang, kadar air, dan benda asing.
Framework Membaca Grade
- Grade menjawab pertanyaan tentang klasifikasi mutu.
- Defect menjelaskan kondisi cacat yang ditemukan.
- Nilai cacat mengubah defect menjadi angka penilaian.
- Parameter fisik dan sensory memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang green bean.
Grade Kopi Berdasarkan Nilai Cacat
Dalam klasifikasi mutu berdasarkan nilai cacat, pembagian mutunya adalah sebagai berikut:
| Mutu | Nilai Cacat |
|---|---|
| Mutu 1 | Maksimal 11 |
| Mutu 2 | 12–25 |
| Mutu 3 | 26–44 |
| Mutu 4a | 45–60 |
| Mutu 4b | 61–80 |
| Mutu 5 | 81–150 |
| Mutu 6 | 151–225 |
Catatan: untuk Arabika, Mutu 4 tidak dibagi menjadi 4a dan 4b.
Cara membacanya cukup sederhana. Dalam sistem ini, semakin rendah nilai cacat, semakin tinggi klasifikasi mutunya. Misalnya, sampel dengan nilai cacat 8 masuk Mutu 1, sedangkan nilai cacat 35 masuk Mutu 3.
Tetapi ada satu hal yang perlu digarisbawahi: Nilai mutu yang lebih tinggi dalam klasifikasi defect tidak otomatis berarti rasa kopi lebih enak.
Apa Arti Grade 1, Grade 2, dan Grade 3?
Tiga istilah ini paling sering muncul ketika orang membicarakan kualitas green bean.
Grade 1
Grade 1 memiliki nilai cacat maksimal 11 dalam klasifikasi tersebut.
Artinya, sampel memenuhi batas nilai cacat untuk Mutu 1.
Grade 2
Grade 2 memiliki nilai cacat 12–25.
Nilai cacatnya berada di atas rentang Mutu 1 dan masih berada dalam batas Mutu 2.
Grade 3
Grade 3 memiliki nilai cacat 26–44.
Jadi, perbedaan Grade 1, 2, dan 3 dalam konteks ini berkaitan dengan rentang nilai cacat.
Bukan skor rasa.
Apa Grade Kopi Tertinggi?
Dalam klasifikasi berdasarkan nilai cacat tersebut, Mutu 1 merupakan klasifikasi dengan nilai cacat paling rendah. Batasnya adalah maksimal 11. Namun, istilah “tertinggi” perlu dibaca dengan konteks yang tepat.
Mutu 1 adalah klasifikasi tertinggi dalam sistem penilaian tersebut. Itu tidak berarti kopi tersebut otomatis memiliki cup profile terbaik atau menjadi kopi yang paling disukai semua orang. Kualitas sensory juga dipengaruhi oleh varietas, lingkungan tumbuh, panen, processing, fermentasi, pengeringan, penyimpanan, roasting, dan penyeduhan.
Apa Itu Defect pada Biji Kopi?
Defect adalah kondisi cacat pada biji kopi yang diperhitungkan dalam proses penilaian mutu.
Beberapa contoh defect yang dapat ditemukan antara lain:
- biji hitam;
- biji hitam sebagian;
- biji hitam pecah;
- biji cokelat;
- biji pecah;
- biji muda;
- biji berlubang akibat serangga;
- biji bertutul;
- kopi gelondong;
- kulit tanduk;
- ranting;
- tanah; dan
- batu.
Setiap jenis defect dapat memiliki nilai yang berbeda dalam sistem penilaian.
Insight penting: jumlah defect tidak sama dengan nilai defect.
Dua sampel bisa saja memiliki jumlah biji cacat yang sama. Namun, nilai cacat akhirnya dapat berbeda karena jenis defect yang ditemukan tidak sama. Itulah mengapa proses grading tidak cukup dilakukan dengan sekadar menghitung jumlah biji yang terlihat cacat.
Bagaimana Cara Menghitung Nilai Cacat Kopi?
Secara sederhana, perhitungan nilai cacat dilakukan melalui beberapa tahap.
1. Ambil Sampel
Sampel yang digunakan untuk penilaian nilai cacat adalah 300 gram biji kopi.
2. Pisahkan Biji
Biji diperiksa dan dipisahkan berdasarkan kondisi fisiknya.
3. Identifikasi Defect
Setiap kondisi cacat dikelompokkan sesuai kategori yang berlaku.
4. Hitung Nilai Cacat
Jumlah masing-masing defect kemudian diperhitungkan berdasarkan bobot nilai cacatnya.
5. Tentukan Mutu
Total nilai cacat dibandingkan dengan rentang klasifikasi mutu untuk menentukan hasil grading.
Rumus Sederhana
Total Nilai Cacat = Nilai dari setiap jenis defect yang ditemukan dalam sampel
Jika satu biji memiliki lebih dari satu kondisi cacat, nilai cacat yang digunakan adalah nilai tertinggi yang berlaku untuk biji tersebut.
Grade Kopi Bukan Jenis Kopi
Ini salah satu kesalahan yang sering terjadi ketika orang baru mengenal kopi.
Arabica dan Robusta adalah jenis kopi. Grade adalah klasifikasi mutu.
| Istilah | Menjelaskan |
|---|---|
| Arabica | Jenis kopi |
| Robusta | Jenis kopi |
| Grade 1 | Klasifikasi mutu berdasarkan sistem tertentu |
| Screen Size | Ukuran fisik biji |
| Cupping Score | Evaluasi kualitas sensory |
Karena itu, istilah seperti Arabica Grade 1 atau Robusta Grade 1 dapat digunakan untuk menjelaskan dua atribut yang berbeda: jenis kopi dan klasifikasi mutunya.
Grade Kopi Bukan Tingkat Kematangan
Tingkat kematangan berkaitan dengan kondisi buah kopi ketika berada di tanaman dan saat dipanen. Sementara itu, grade berkaitan dengan klasifikasi mutu biji berdasarkan sistem penilaian tertentu.
Hubungannya lebih mudah dipahami melalui alur berikut:
Kematangan Buah
↓
Panen
↓
Processing
↓
Pengeringan
↓
Green Bean
↓
Grading
Jadi, tingkat kematangan buah dapat memengaruhi hasil produksi dan pengolahan, tetapi tingkat kematangan bukanlah grade green bean.
Grade Kopi Bukan Tingkat Roasting
Light roast, medium roast, dan dark roast menunjukkan tingkat pemanggangan kopi. Sedangkan grade menunjukkan klasifikasi mutu biji berdasarkan sistem tertentu.
Contohnya:
- Green bean Grade 1 → berbicara tentang klasifikasi mutu biji.
- Dark roast → berbicara tentang tingkat pemanggangan.
Keduanya berada pada tahap dan konteks yang berbeda.
Grade Kopi vs Screen Size
Screen size menunjukkan ukuran fisik biji, sedangkan grade menunjukkan klasifikasi mutu. Keduanya perlu dibaca sebagai parameter yang berbeda.
| Parameter | Yang Dijelaskan |
|---|---|
| Grade | Klasifikasi mutu |
| Screen Size | Ukuran fisik biji |
Jadi, screen 18 tidak otomatis berarti Grade 1. Ukuran biji yang besar tidak otomatis menunjukkan nilai cacat yang rendah. Sebaliknya, grade yang baik juga tidak berarti seluruh bijinya harus berukuran besar.
Grade Kopi vs Cupping Score
Untuk buyer dan roaster, perbedaan ini sangat penting. Grade dan cupping score menjawab pertanyaan yang berbeda.
Grade
Menjelaskan klasifikasi mutu berdasarkan parameter grading yang digunakan.
Cupping Score
Menjelaskan hasil evaluasi sensory terhadap karakter kopi.
Dalam cupping, beberapa aspek yang dapat dievaluasi antara lain:
- aroma;
- flavor;
- acidity;
- body;
- sweetness;
- aftertaste;
- balance; dan
- karakter cup lainnya.
Karena itu, buyer sebaiknya tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan grade. Kerangka yang lebih lengkap adalah:
Grade + Physical Quality + Cupping + Lot + Specification
Apakah Grade 1 Sama dengan Specialty Coffee?
Tidak. Grade 1 dan specialty coffee bukan istilah yang bisa digunakan sebagai sinonim. Grade berkaitan dengan klasifikasi mutu berdasarkan sistem tertentu. Specialty coffee memiliki konteks penilaian yang lebih luas, termasuk aspek kualitas sensory dan standar evaluasi yang digunakan.
Grade 1 tidak otomatis berarti specialty coffee.
Karena itu, jika supplier menggunakan label Grade 1, tetap periksa parameter dan hasil evaluasi lainnya.
Apakah Proses Pascapanen Memengaruhi Mutu Kopi?
Ya. Proses pascapanen dapat memengaruhi kondisi akhir green bean.
Secara sederhana, rangkaiannya dapat dilihat seperti ini:
Panen → Sortasi → Processing → Fermentasi → Pengeringan → Penyimpanan → Green Bean
Setiap tahap memiliki peran. Sortasi yang kurang baik dapat membuat defect tetap tercampur. Pengeringan yang tidak tepat dapat memengaruhi kadar air. Penyimpanan yang buruk juga dapat memengaruhi kondisi biji.
Karena itu, ketika membahas grade, kita sebenarnya sedang melihat hasil dari rangkaian proses yang terjadi sebelum grading.
Kadar Air Green Bean dan Hubungannya dengan Mutu
Kadar air atau moisture merupakan salah satu parameter penting ketika mengevaluasi green bean. Dalam persyaratan umum mutu biji kopi yang mengacu pada SNI 01-2907-2008, kadar air ditetapkan maksimal 12,5%.
Namun, angka moisture tidak sebaiknya dibaca sendirian.
Buyer juga perlu melihat:
- grade;
- defect;
- screen size;
- processing;
- lot;
- kondisi penyimpanan; dan
- hasil cupping jika tersedia.
Dengan begitu, kadar air menjadi bagian dari gambaran mutu yang lebih lengkap.
Mengapa Dua Kopi dengan Grade Sama Bisa Berbeda Rasanya?
Karena grade bukan satu-satunya faktor yang menentukan karakter cup. Dua lot dapat memiliki klasifikasi grade yang sama, tetapi menghasilkan pengalaman minum yang berbeda.
Perbedaannya dapat berkaitan dengan:
- varietas;
- lokasi dan kondisi lingkungan tumbuh;
- tingkat kematangan saat panen;
- processing;
- fermentasi;
- pengeringan;
- penyimpanan;
- roasting; dan
- metode seduh.
Physical quality dan sensory quality adalah dua dimensi yang berbeda. Itulah sebabnya buyer tidak cukup hanya bertanya, “Grade berapa?” Untuk keputusan yang lebih baik, informasi tentang kondisi fisik dan karakter cup perlu dibaca bersama.
Cara Membaca Green Bean Secara Utuh
Jika Anda sedang mengevaluasi green bean, jangan mulai dari satu angka saja.
Gunakan urutan berikut.
1. Identifikasi Green Bean
Ketahui jenis kopi, asal, processing, dan lot yang sedang ditawarkan.
2. Periksa Physical Quality
Lihat:
- grade;
- defect;
- nilai cacat;
- screen size;
- moisture; dan
- kondisi fisik biji.
3. Periksa Sensory Quality
Jika tersedia, lihat hasil cupping dan cup profile.
4. Periksa Lot
Pastikan informasi grading memang merujuk pada lot yang akan dibeli.
5. Cocokkan dengan Specification
Bandingkan kondisi green bean dengan spesifikasi yang dibutuhkan buyer.
6. Periksa Storage
Pastikan kondisi penyimpanan mendukung pemeliharaan mutu.
7. Perhatikan Transportation
Green bean yang sudah memenuhi spesifikasi tetap perlu ditangani dengan baik selama pengiriman.
Framework Membaca Green Bean
Green Bean
↓
Physical Quality + Sensory Quality
↓
Lot
↓
Specification
↓
Buyer
↓
Storage → Packaging → Transportation
Mengapa Lot Penting Saat Membaca Grade Kopi?
Grade sebaiknya dibaca bersama identitas lot yang dinilai. Satu supplier dapat memiliki beberapa lot dengan karakteristik yang berbeda. Karena itu, buyer perlu mengetahui lot mana yang sebenarnya sedang dievaluasi.
Informasi yang berguna antara lain:
- identitas lot;
- asal produksi;
- volume;
- periode produksi;
- hasil grading;
- nilai cacat;
- kadar air;
- screen size;
- processing; dan
- hasil cupping jika tersedia.
Dengan begitu, hubungan informasinya menjadi lebih jelas:
Sample → Lot → Grade → Specification → Buyer
Pendekatan ini juga membantu ketika buyer harus membandingkan beberapa lot atau supplier.
Checklist Memilih Green Bean
Sebelum membeli green bean, jangan hanya bertanya, “Grade berapa?” Gunakan checklist berikut.
Grading
- ☐ Grade berdasarkan standar apa?
- ☐ Berapa nilai cacatnya?
- ☐ Kapan grading dilakukan?
- ☐ Lot mana yang diperiksa?
Physical Quality
- ☐ Berapa kadar air?
- ☐ Berapa screen size?
- ☐ Apa jenis defect yang ditemukan?
- ☐ Bagaimana kondisi fisik bijinya?
Sensory Quality
- ☐ Apakah tersedia hasil cupping?
- ☐ Bagaimana cup profile-nya?
- ☐ Apakah karakter tersebut sesuai kebutuhan?
Lot
- ☐ Berapa volume lot?
- ☐ Apakah spesifikasinya konsisten?
- ☐ Apakah sampel mewakili lot yang akan dibeli?
Supply Chain
- ☐ Bagaimana green bean disimpan?
- ☐ Bagaimana packaging-nya?
- ☐ Bagaimana produk dikirim?
Cara Membaca Coffee Grading Report
Jika supplier memberikan coffee grading report, jangan hanya mencari bagian yang bertuliskan “Grade”. Baca seluruh informasi sebagai satu kesatuan.
| Parameter | Yang Perlu Diketahui |
|---|---|
| Grade | Klasifikasi mutu |
| Defect | Jenis dan kondisi cacat |
| Nilai Cacat | Nilai yang digunakan dalam klasifikasi |
| Moisture | Kadar air green bean |
| Screen | Ukuran fisik biji |
| Processing | Proses pengolahan kopi |
| Lot | Identitas kelompok produk yang dinilai |
| Cupping | Informasi mengenai karakter sensory |
Dengan cara ini, grading report tidak hanya menjadi dokumen pemeriksaan. Informasinya bisa digunakan sebagai dasar untuk membandingkan dan mengevaluasi green bean.
Apakah Grade Menentukan Harga Kopi?
Grade dapat memengaruhi nilai komersial kopi, tetapi harga tidak ditentukan oleh grade saja.
Harga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti:
- asal kopi;
- varietas;
- processing;
- kualitas fisik;
- kualitas sensory;
- volume;
- ketersediaan;
- permintaan pasar; dan
- spesifikasi buyer.
Karena itu, tidak tepat jika langsung menyimpulkan:
“Grade lebih tinggi berarti harga pasti lebih tinggi.”
Hubungan grade dengan harga bergantung pada karakter lot dan kondisi pasar.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Membaca Grade Kopi
1. Menganggap Grade 1 Pasti Paling Enak
Tidak otomatis.
Grade dan sensory quality merupakan dua hal yang berbeda.
2. Menganggap Screen Size adalah Grade
Bukan.
Screen size menunjukkan ukuran fisik biji.
3. Menganggap Arabica adalah Grade
Bukan.
Arabica dan Robusta adalah jenis kopi.
4. Menganggap Dark Roast adalah Grade
Bukan.
Dark roast menunjukkan tingkat roasting.
5. Hanya Melihat Label Grade
Ini juga kurang tepat. Green bean sebaiknya dinilai dari beberapa parameter sekaligus, terutama ketika akan digunakan untuk kebutuhan bisnis atau procurement.
Dari Grade Kopi ke Rantai Pasok
Menentukan grade adalah satu tahap.
Menjaga kualitas setelah grading adalah tahap berikutnya.
Green bean yang sudah memenuhi spesifikasi masih harus melewati proses penyimpanan, packaging, transportation, dan distribution.
Grading → Storage → Packaging → Transportation → Buyer
Jika penanganan setelah grading tidak diperhatikan, kualitas produk yang diterima buyer belum tentu sama dengan kondisi saat pertama kali dinilai. Karena itu, kualitas green bean sebaiknya dilihat sebagai bagian dari coffee supply chain, bukan hanya sebagai hasil pemeriksaan di awal.
Bagi buyer, pertanyaannya bukan hanya:
“Apakah kopi ini Grade 1?”
Tetapi juga:
“Apakah spesifikasi dan kualitas yang saya beli dapat dipertahankan sampai produk tiba di tujuan?”
FAQ Grade Kopi
Apa itu grade kopi?
Grade kopi adalah klasifikasi mutu biji kopi berdasarkan standar atau sistem penilaian tertentu. Dalam klasifikasi berdasarkan nilai cacat, defect digunakan untuk menentukan nilai cacat yang kemudian menjadi dasar klasifikasi mutu.
Grade kopi tertinggi apa?
Dalam klasifikasi berdasarkan nilai cacat yang dibahas di artikel ini, Mutu 1 memiliki batas nilai cacat paling rendah, yaitu maksimal 11.
Apa arti Grade 1 pada kopi?
Grade 1 menunjukkan klasifikasi mutu dengan nilai cacat maksimal 11 dalam sistem tersebut.
Apa arti Grade 2 pada kopi?
Grade 2 memiliki nilai cacat 12–25.
Apa arti Grade 3 pada kopi?
Grade 3 memiliki nilai cacat 26–44.
Apakah Grade 1 sama dengan specialty coffee?
Tidak. Grade 1 dan specialty coffee memiliki konteks penilaian yang berbeda. Grade tidak dapat digunakan sebagai sinonim specialty.
Apakah screen 18 berarti Grade 1?
Tidak. Screen size menunjukkan ukuran fisik biji, sedangkan grade menunjukkan klasifikasi mutu.
Apakah Grade 1 selalu lebih enak?
Tidak selalu. Grade tidak sama dengan cupping score. Karakter rasa dipengaruhi banyak faktor lain.
Apa perbedaan grade dan jenis kopi?
Jenis kopi merujuk pada kategori seperti Arabica dan Robusta. Grade menunjukkan klasifikasi mutu berdasarkan sistem tertentu.
Apa perbedaan grade dan roasting?
Grade berkaitan dengan klasifikasi mutu biji. Roasting menunjukkan tingkat pemanggangan seperti light, medium, atau dark roast.
Mengapa dua kopi dengan grade sama bisa memiliki rasa berbeda?
Karena karakter cup juga dipengaruhi varietas, lingkungan tumbuh, panen, processing, fermentasi, pengeringan, penyimpanan, roasting, dan metode seduh.
Mengapa lot penting dalam grading kopi?
Karena hasil grading merujuk pada sampel tertentu. Buyer perlu memastikan sampel, hasil grading, dan produk yang akan dibeli berasal dari lot yang sesuai.
Key Takeaways
- Grade kopi adalah klasifikasi mutu, bukan jenis kopi.
- Dalam sistem berdasarkan nilai cacat, defect → nilai cacat → klasifikasi mutu.
- Mutu 1 memiliki batas nilai cacat paling rendah dalam klasifikasi tersebut.
- Grade 1 tidak otomatis berarti specialty coffee.
- Grade tidak sama dengan screen size.
- Grade tidak sama dengan cupping score.
- Grade sebaiknya dibaca bersama defect, moisture, screen size, processing, lot, dan sensory quality.
- Untuk buyer, informasi lot dan specification penting agar kualitas yang dibeli dapat diverifikasi.
- Kualitas green bean perlu dijaga melalui storage, packaging, dan transportation setelah proses grading.
Dari Green Bean ke Rantai Pasok Kopi
Grade membantu kita memahami kondisi mutu green bean pada saat dilakukan penilaian. Tetapi perjalanan kopi tidak berhenti di sana. Setelah keluar dari sentra produksi, green bean masih perlu disimpan, dikemas, dipindahkan, dan dikirim menuju buyer atau lokasi pengolahan.
Karena itu, pengelolaan coffee supply chain menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas produk selama perjalanan. Untuk bisnis yang membutuhkan pergerakan komoditas antarwilayah, kebutuhan tersebut tidak hanya berkaitan dengan transportasi. Perencanaan, penyimpanan, handling, dan konektivitas antartitik dalam rantai pasok juga perlu diperhatikan.
Butuh Solusi Logistik untuk Rantai Pasok Kopi?
Jika bisnis Anda membutuhkan solusi logistik yang terintegrasi, efisien, dan terpercaya di seluruh Indonesia, SPIL hadir dengan layanan multimoda, jaringan nasional, teknologi mySPIL Reloaded, dan dukungan end-to-end logistics ecosystem.
🚀 Siap Optimalkan Shipping Bisnis Anda?
Hubungi tim kami untuk konsultasi mengenai bagaimana solusi shipping kami dapat disesuaikan untuk kebutuhan perlindungan bisnis Anda. Cek harga sekarang (hanya 1 menit)!!!
Last Updated on September 3, 2026 by Bahtiyar Hidayat
Bahtiyar adalah Digital Marketing Manager di PT Salam Pacific Indonesia Lines. Ia memiliki ketertarikan besar pada tren terbaru di dunia shipping dan logistik, serta bagaimana teknologi dapat menghadirkan solusi lebih efisien bagi pelanggan.
Melalui tulisan-tulisan di blog SPIL, Bahtiyar berbagi wawasan, informasi terkini, dan tips praktis untuk membantu pembaca memahami perkembangan industri logistik dengan lebih mudah. Temukan lebih banyak tentang Bahtiyar di LinkedIn.