Primary Navigation

    Cara Menghitung Kebutuhan Container Untuk Komoditas

    Cara menghitung kebutuhan container untuk komoditas tidak cukup hanya dengan membagi total volume barang dengan kapasitas container. Perhitungan juga perlu mempertimbangkan CBM (Cubic Meter), berat muatan, dimensi barang, metode packing, penggunaan pallet, serta ruang yang tidak dapat dimanfaatkan secara penuh. Dengan perhitungan yang tepat, Anda dapat memperkirakan jumlah container yang dibutuhkan sekaligus menghindari dua masalah ...

    Perbedaan Dry Container, Reefer, dan High Cube

    Memilih container untuk pengiriman barang tidak cukup hanya berdasarkan ukuran 20 feet atau 40 feet. Perbedaan dry container, reefer, dan high cube perlu dipahami karena setiap tipe memiliki fungsi dan karakteristik yang berbeda.Dry container cocok untuk general cargo yang tidak membutuhkan pengaturan suhu. Reefer container digunakan untuk komoditas yang membutuhkan suhu terkontrol. Sementara itu, high ...

    Cara Memilih Container Berdasarkan Jenis Komoditas

    Memilih container untuk pengiriman tidak cukup hanya melihat ukuran muatan. Cara memilih container berdasarkan jenis komoditas perlu mempertimbangkan karakteristik barang, berat, volume, dimensi setelah packing, kebutuhan perlindungan, serta metode penataan di dalam container.Untuk komoditas kering yang tidak membutuhkan pengaturan suhu atau perlakuan khusus, dry container atau General Purpose (GP) biasanya menjadi pilihan dasar. Namun, ukuran ...

    Cara Packing Komoditas untuk Pengiriman Container

    Cara packing komoditas untuk pengiriman container harus disesuaikan dengan karakteristik barang, jenis kemasan, berat muatan, risiko kelembapan, serta cara barang ditata dan diamankan di dalam container. Tujuannya bukan sekadar membuat barang masuk ke container, tetapi menjaga agar muatan tetap stabil dan terlindungi selama handling, transportasi, hingga tiba di tujuan. Quick Answer: Bagaimana Cara Packing Komoditas ...

    Jenis Komoditas yang Cocok untuk Dry Container

    Jenis Komoditas yang Cocok untuk Dry Container umumnya adalah barang kering yang tidak membutuhkan pengaturan suhu aktif selama pengiriman. Contohnya beras, biji-bijian, kopi, kakao, rempah kering, tekstil, furnitur, bahan baku industri, dan berbagai jenis general cargo.Namun, pemilihan container tidak cukup hanya berdasarkan jenis barang. Kondisi komoditas, kadar air, kemasan, berat, volume, risiko kelembapan, serta metode ...

    Pengiriman komoditas dengan container: Panduan Lengkap

    Pengiriman komoditas dengan container merupakan metode pengangkutan barang menggunakan peti kemas sebagai satu unit muatan. Cara ini banyak digunakan untuk komoditas kering, bahan baku, produk pertanian, produk manufaktur, dan berbagai jenis cargo yang dapat dikemas dalam container.Namun, memilih container bukan sekadar menentukan ukuran 20 feet atau 40 feet. Karakteristik komoditas, berat, volume, kemasan, kebutuhan perlindungan, ...

    Cargo Release: Pengertian, Proses & Dokumen

    Cargo release adalah proses pelepasan cargo setelah persyaratan dokumen, administrasi, kepabeanan, dan operasional untuk pengambilan barang terpenuhi. Dalam pengiriman laut, proses ini melibatkan beberapa tahapan yang saling berkaitan, mulai dari kedatangan kapal, pembongkaran container, pemeriksaan dokumen, hingga container dapat diambil dan keluar dari terminal.Karena itu, kapal sudah tiba tidak selalu berarti container sudah bisa diambil. ...

    Sea Waybill: Pengertian, Fungsi & Perbedaannya

    Sea Waybill adalah dokumen pengangkutan barang melalui laut yang memuat informasi penting mengenai shipment, seperti shipper, consignee, cargo, dan perjalanan kapal. Dalam praktik ocean freight, dokumen ini membantu carrier dan pihak terkait mengelola informasi pengiriman. Berbeda dari Bill of Lading tertentu, Sea Waybill bersifat non-negotiable dan tidak berfungsi sebagai dokumen kepemilikan yang dapat dinegosiasikan. Lalu, ...

    ETD dalam Pengiriman: Arti, Fungsi, dan Cara Membacanya

    Dalam pengiriman barang melalui laut, Anda mungkin menemukan istilah ETD pada shipping schedule atau sistem shipment tracking. Informasi ini membantu menunjukkan kapan sebuah kapal diperkirakan meninggalkan pelabuhan. Namun, waktu yang tercantum bukan selalu waktu keberangkatan aktual. Untuk memahami posisi shipment dengan benar, Anda perlu melihatnya bersama informasi seperti vessel, voyage, Port of Loading, ETA, dan ...

    Apa Itu ETA? Arti dan ETA dalam Pelayaran

    ETA (Estimated Time of Arrival) adalah perkiraan waktu kedatangan kapal, kendaraan, atau shipment di lokasi tujuan. Dalam logistik dan pelayaran, informasi ini membantu shipper, consignee, dan tim operasional memperkirakan kapan shipment akan tiba di pelabuhan atau lokasi tertentu.Namun, waktu tersebut bukan jadwal kedatangan yang pasti. Estimasi dapat berubah mengikuti kondisi perjalanan, jadwal kapal, rute, cuaca, ...

    Dapatkan Cashback Rp 200.000 Untuk Order Pertamamu

    X